Popular Posts
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Blogroll
About Me
- Van Gomez
- Sometimes You have to go through a bunch of stromm to find your RAINBOW.
Minggu, 03 Juni 2012
Memupuk Idealis yang Realistis di PSSI
"Mereka yang memiliki kebajikan dan kebijaksanaan yang cukup dapat menduduki posisi yang tinggi " (Plato)
Salah satu quote dari Plato yang terkenal
dengan filsafat Idealisme realistisnya.mengajarkan kita bahwa Idealisme
adalah sebuah harapan, dan Realistis adalah pengalaman. Bagaimana kita
memahami dengan mendalam bahwa dalam mewujudkan mimpi itu, kita juga
harus selalu memikirkan setiap langkah yang diambil dan belajar tentang
pengalaman. Sama seperti PSSI saat ini dan kebijakannya, dengan misi
awal "Revolusi di Tubuh PSSI".Setelah lengsernya kekuasaan rezim Nurdin
Halid, Djohar Arifin maju menjadi ketua mum PSSI, Berbagai
keputusan dilakukan oleh ketua umum PSSI dalam mewujudkan Impiannya
merevolusi PSSI, banyak yang menuai kecaman, dan banyak juga yang
memberikan dukungan.
Ada hal menarik yang saya pahami dan pertanyakan tentang
keputusan-keputusan Djohar Arifin setelah saya menonton langsung
pertandingan Indonesia Selection vs Inter milan yang berakhir dengan 0-3
untuk kemenangan sang tamu yang khusus datang ke indonesia.bahwa
Idealis itu perlu tapi kita juga Realistis, saya melihat ada
keputusan-keputusan Djohar yang kurang tepat mengenai pemilihan tim Liga
Selection,
seperti filsafat Catur " walaupun anda baru berjalan 1 langkah, anda harus bisa memikirkan 10 langkah berikutnya untuk mencapai "Tujuan" anda. Saya pendukung PSSI dan mendukung Revolusi di tubuh PSSI tapi alangkah lebih baiknya jika cita-cita itu juga dihadapi dengan langkah yang tepat nan realistis.
seperti filsafat Catur " walaupun anda baru berjalan 1 langkah, anda harus bisa memikirkan 10 langkah berikutnya untuk mencapai "Tujuan" anda. Saya pendukung PSSI dan mendukung Revolusi di tubuh PSSI tapi alangkah lebih baiknya jika cita-cita itu juga dihadapi dengan langkah yang tepat nan realistis.
Mari kita review sebentar tentang kepemimpinan ketua PSSI saat ini, dan
beberapa keputusannya yang menurut saya kurang tepat, bukan bermaksud
untuk menjatuhkan, karena saya pendukung PSSI, tapi saya ingin mengajak
pembaca untuk juga menelisik hal ini, sehingga menciptakan sebuah
mindset bahwa Djohar Arifin perlu memikirkan langkah yang cerdas dalam
menghadapi situasi PSSI saat ini dengan adanya KPSI dan permasalahan
lainnya agar langkah yang diambil tidak jadi bomerang bagi
kepemimpinannya.
Pertama, ketika PT.LI yang jadi penyelengara ISL tidak bersedia di
audit. PSSI akhirnya menunjuk IPL, saya ingat waktu itu sempat ada
pembukaan semacam Comunity Shield sebelum Liga Indonesia resmi
dilaksanakan. yaitu pertandingan antara Persib vs Semen padang. Perlu
diketahui bahwa, tim-tim ISL saat itu mau bergabung ke IPL dibanding ke
ISL PT.LI seperti Persipura, Persib, Persija, Arema, Sriwijaya FC dll.
Tapi mereka memutuskan hengkang setelah Djohar memasukan 6 Tim tambahan
dari 18 Klub yang sudah ada. saya memahami bahwa 6 klub tersebut adalah
tim-tim yang pernah dizolimi oleh PSSI terdahulu, tapi memasukkannya ke
IPL saat itu malah jadi bomerang dari langkah Djohar Arifin dalam
merevolusi PSSI, sehingga menimbulkan perpecahan, mengapa tidak
dilakukan verifikasi dlu?, mengapa langsung masuk begitu saja, minimal
lakukan semacam seleksi dimana pemenang dari mereka bisa ikut bergabung
ke IPL,agar tidak menimbulkan kontroversi. sebuah langkah yang kurang
tepat karena hal inilah kemudian dimanfaatkan oleh KPSI sebagai "Senjata
Utama" untuk merebut kembali kekuasaan mereka yang pernah diambil.
Saat dalam usaha untuk mengajak kembali klub-klub yang sudah terlanjur
keluar karena keputusannya. Djohar kembali membuat keputusan yang saya
rasa kurang tepat. Yaitu melarang Pemain-pemain yang ada di ISL untuk
ikut Timnas, lagi-lagi ini seperti bomerang, niat awal menerapkan ini
agar Pemain-pemain/klub yang ikut ISL mau kembali ke PSSI, malah jadi
Blunder, dan menambah golongan-golongan yang membenci Djohar dengan
idealisme nya. saya begitu kecewa dengan keputusan yang ini, tapi saya
tetap yakin bahwa sebagai bangsa Indonesia, saya harus mendukung PSSI
apapun yang terjadi.
Ditengah banyaknya pemain inti Timnas yang ikut bergabung di ISL, Djohar
kembali melakukan Blunder dengan menurunkan pemain yg sangat hijau saat
melawan Bahrain, sungguh sebuah rekor yang memalukan, karena ini adalah
laga internasional, Djohar tidak seharusnya melakukan itu dan harusnya
sadar, masih banyak dan ada waktu & cara yang tepat jika memang
ingin menurunkan Tim yang masih hijau dengan dasar sebagai pengalaman.
kekalahan yang bukan hanya mencoreng nama bangsa tapi semakin
mengecilkan jumlah dukungan kepadanya.
Dan saat menonton pertandingan Tim Liga Selection vs Inter Milan kemarin
kembali saya menyayangkan keputusan Djohar memainkan tim IPL apalagi
lebih banyak dihuni pemain Asing daripada Indonesia.. seperti dalam
catur, satu langkah tepat, akan memperbesar persentase keberhasilan
tujuan, Jika PSSI mau menahan gengsi dan membuat sebuah langka Cerdas,
dengan juga mengajak pemain Tim ISL, mungkin akan merubah sedikit
mindset kekecewaan sebelumnya. dan menunjukan bahwa PSSI mendukung ISL,
seperti yang sering mereka katakan bahwa mereka ingin mengajak
rekonsiliasi, mengajak pemain-pemain tim ISL saat pertandingan bisa
menjadi pintu gerbang Rekonsiliasi, yang jika PSSI telah bisa masuk,
mereka bisa mengajak Tim ISL bergabung IPL,atau sebaliknya, ataupun
melalui melebur atau saling bertanding antara ISL & IPL dimana
nantinya tim yang menang akan dibentuk dalam 1 Kompetisi resmi.
Keteguhan Idealisme Djohar Arifin merevolusi PSSI, justru menjadi
bomerang karena keputusannya untuk mempertahankan Idealismenya tanpa
berpikir aspek realistis, flesibelity diperlukan dalam sebuah Idealisme,
dan Visi merevolusi PSSI dijadikan patokan dalam tingkatan
fleksibility. dimana kita juga perlu memikirkan sebab-dan akibat
keputusan itu. dan memilih langkah yang cerdas untuk mencapainya.
Mungkin banyak Artikel yang berisi dukungan tentang PSSI, dan banyak
juga yang mencela. Tapi melalui Artikel ini agar kiranya kita dapat
memahami langkah yang cerdas tersebut. dan membentuk sebuah Mindset
bahwa menulis tidak hanya menyampaikan Opini, tetapi menulis adalah cara
agar kita saling memahami satu sama lain, memberikan ilmu, dan Terutama
menjadi salah satu media pelopor untuk memajukan Bangsa Indonesia"
Stop saling menjatuhkan dan mengangap keyakinan kita itu kebenaran
cobalah untuk saling memahami. tidak Rindukah anda tentang julukan Macan
Asia? maka jadilah orang yang ikut memajukan tanah Air, dimulai dari
tulisan anda
http://t.co/OeqjBgkQ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar